Pengolahan Data SBES Menggunakan Hypack Software

Singlebeam Echosounder (SBES) adalah alat pemancar sonar yang digunakan untuk proses pemeruman dalam survei hidrografi, SBES akan memancarkan sonar dari tranducer (alat pemancar dan penerima sonar) ke dasar perairan (seabed) dan kemudian akan diterima kembali oleh tranducer, sehingga akan diketahui kedalaman dari dasar perairan. Dalam proses pemeruman selain instrument yang digunakan untuk survei juga diperlukan software untuk keperluan akuisisi dan pengolahan data SBES, salah satu software yang digunakan untuk akuisisi dan pengolahan data SBES adalah Hypack. Hypack bisa digunakan untuk akuisisi dan pengolahan data SBES. Berikut tahapan pengolahan data SBES dengan menggunakan Hypack:

1. Persiapan RAW data olahan

RAW data hasil akuisisi dengan menggunakan Hypack akan tersimpan di dalam folder Raw project, sebelum proses pengolahan untuk mempermudah pemanggilan data per hari survei (untuk pengolahan per sehari survei), lakukan editing terlebih dahulu terhadap log data survei pada file RAWmmdd.LOG (mm=bulan, dd=tanggal) di dalam folder Raw project, notepad Log data berisikan nama jalur yang di survei pada hari tersebut, lakukan penambahan nama lajur survei yang tidak terdapat dalam Log data atau menghapus nama lajur survei lain yang terdapat dalam Log data tanggal yang berbeda.

Editing log data di dalam folder Raw project
2. Load data yang akan di cleaning

Cleaning data dilakukan pada menu Single Beam Editor terdapat pada menu Processing pada tampilan awal Hypack, data yang akan di cleaning di load dari log data hasil survei yang di dalamnya terdapat nama jalur yang di survei pada hari tersebut, berikut tahapan load data pada Single Beam Editor.

Membuka menu Single Beam Editor pada Hypack
Load log raw data pada menu Open di Single Beam Editor
Pilih select all untuk loading semua data pada log data
Lewati tahap koreksi pasut dan SVP

Lewati tahapan pemilihan file koreksi pasut dan file koreksi svp dengan memilih Ok, pada menu Read Parameter pilih Ok,  maka akan muncul tampilan data Raw hasil akuisisi SBES.

Menu Single Beam Editor

Tampilan awal data hasil load di menu Single Beam Editor, pilih Next Line untuk menampilkan data line survei selanjutnya.

3. Cleaning data SBES

Tahapan cleaning data SBES dilakukan dengan cara otomatis dan manual, tahapan otomatis dilakukan dengan cara filtering terhadap data spike dengan memasukkan kategori filter untuk menghapus data yang dianggap blunder, berikut tahapan filtering data spike.

Pemilihan kategori filter data

Pilih menu Search and Filter Option, masukkan kategori pemfilteran sesuai dengan data di lapangan dengan memasukkan nilai Min dan Max Dept, centang Filter Interpolate sounding untuk menginterpolasi data hasil filter, pada basis centang Depth 1 dan Depth 2 untuk memilih data kedalaman mana saja yang akan diinterpolasi, aplikasikan Min dan Max filter terhadap data corrected depth dengan cara mencentang corrected depth, lalu Ok. Pada profile windows akan terlihat data mana saja yang masuk dalam kategori pemfilteran.

 Setelah memasukkan kategori pemfilterannya selanjutnya untuk tahapan filtering dilakukan dengan cara memilih menu filter all yang terdapat di dekat Search and Filter Option, maka akan terlihat data yang tadi masuk dalam kategori pemfilteran akan terhapus dan terinterpolasi terhadap profile kedalaman yang dianggap benar.

Data hasil filter otomatis

Untuk menghapus data spike yang terlewatkan dari proses cleaning otomatis maka dilakukanlah cleaning data manual, cleaning data manual dilakukan dengan cara menghapus data yang dianggap blunder pada tampilan profile windows, penghapusan dilakukan pada menu Delete Below Line untuk menghapus data blunder yang terdapat di bawah profile kedalaman yang dianggap benar, dan Deleted Above Line untuk menghapus data blunder yang terdapat di atas profile kedalaman yang di anggap benar. Metode cleaning yang digunakan adalah Delete Interpolate Sounding, sehingga data sounding yang dianggap blunder akan diinterpolasi berdasarkan profile kedalaman yang dianggap benar.

Data hasil filter otomatis

Lakukan proses cleaning otomatis dan manual terhadap semua data survei yang sudah diload dengan memilih next line.

4. Backup data hasil cleaning

Setelah melakukan proses cleaning otomatis dan manual save data hasil cleaning dengan cara Save All, maka data hasil cleaning akan tersimpan di folder Edit pada project Hypack dengan exstensi .EDT, lakukan back up data yang terdapat pada folder Edit sebelum dilanjutkan ke tahapan pengolahan selanjutnya.

5. Koreksi SVP

Koreksi data SVP dilakukan pada menu Sound Velocity>Sounding Adjustment pada Hypack, sebelum melakukan koreksi SVP terhadap data sounding, data koreksi sudah dipersiapkan terlebih dahulu sesuai dengan format terbaca Hypack, dan di save dengan exstensi .DCT, berikut tahapan Koreksi SVP.

Format data koreksi SVP

Format data koreksi SVP di save dengan exstensi .DCT dengan pemisah spasi, data yang terdapat dalam koreksi SVP adalah nilai koreksi dari masing-masing kedalaman.

Membuka windows Sounding Adjustment
Memasukkan nilai koreksi SVP

Pada windows Depth Correction Table masukkan data koreksi SVP yang tadi sudah di siapkan sebelumnya dengan cara Open DC Table, pilih file koreksi SVP exstensi .DCT maka akan muncul nilai kedalaman dan nilai koreksi SVP, untuk melakukan koreksi data SVP terhadap data hasil cleaning dilakukan dengan cara File>Generate Corrections, lalu pilih log file hasil cleaning yang terdapat pada folder Edit pada project Hypack, data hasil cleaning akan terkoreksi SVP.


Generate Correction file koreksi SVP

Data hasil koreksi SVP akan disimpan di folder Edit pada project Hypack dengan extensi .EDT, lakukan back up data sebelum di lanjutkan ke tahap pengolahan koreksi pasut, karena setiap proses tahapan pengolahan data hasil proses sebelumnya akan di timpa dengan hasil proses terbaru.

6. Persipan file koreksi pasut

Siapkan data koreksi pasut sesuai dengan format terbaca Hypack, data koreksi pasut berisi jam dan nilai koreksi pasut, jam dengan format hh:mm dan nilai koreksi dengan satuan meter, jam dan nilai koreksi pasut dipisahkan oleh spasi, lalu di simpan dengan exstensi .tdx.

File koreksi pasut

File koreksi exstensi .tdx selanjutnya di convert ke format .tid pada menu Processing>Tides>Manual tides, file .tid yang akan digunakan untuk koreksi pasut.

Pemilihan Manual Tides

Pada windows Manual Tides buka file koreksi pasut exstensi .tdx yang akan di konvesi ke exstensi .tid, lalu di Save As dan di replace file .tdx yang lama, hasil dari Save As tersebut akan menyimpan file .tdx yang baru dan file dnegan format .tid.

Konversi ke format .tid
7. Koreksi Pasut

Koreksi pasut dilakukan pada windows Single Beam Editor seperti pada tahap cleaning data, load log data hasil koreksi SVP pada folder Edit, pada windows Correction open Tide File exstensi .tid yang sudah di konversi sebelumnya, lalu Ok. Nilai koreksi pasut akan di inputkan ke dalam data ukuran hasil koreksi SVP, dan didapatkan nilai depth terkoreksi pasut.

Data hasil koreksi pasut
8. Export hasil pengolahan

Export data hasil olahan dilakukan di windows Spreadsheet pada Single Beam Editor, lajur survei hasil cleaning, koreksi SVP, dan koreksi pasut di export ke format txt.

Export point kedalaman hasil pengolahan